Sedetik Kemarin, Hari Ini Dan Esok
Sedetik yang lalu
Terasa cepat berlalu
Entah, tertorehkan luka atau sembilu
Goresan lidah dari kata yang berdecak
Maupun sentuhan sikap yang berdetak
Entah beribu kecewa yang tergeletak
canda yang mengaliri
Ejekan yang tak terkendali
Kadang menumpah amarah jiwa kan terburami
Ah sedetik yang lalu mengapa tiada harga
Ah, sedetik yang lalu mengapa tiada makna
Ah, sedetik yang lalu mengapa tiada arah
Akhirnya, sedetik yang telah lalu tetaplah kan berlalu
Mari kita songsong hidup baru
Bukan hidup dijaman batu
Yang tiada harga, makna dan arah dalam hidupmu
Sedetik hidupmu saat ini
Adalah buah sedetik kemarin
Dan sedetik esok adalah cerminanmu saat ini
Sedetik hidupmu saat ini
Momentum bersuci diri
Untuk peroleh ridho ILLAHI
Karena itu, ku beranikan diri
Karena itu ku rendahkan hati
Karena itu ku tuluskan hati
Karena itu ku sambut Muharom dengan hati-hati
Agar makin dekat dengan Illahi
Sedetik hari esok
Apakah jiwa masih terperosok
Padahal jiwa kan terbujur kaku terpojok
Dalam lubang lahat yang tidak berkelok
Karena itu aku bertobat
Karena itu hamba bermunajat
Dan karena itu hamba tiada berkhianat
Kepada Alloh yang MAHA KUASA
Astaghfirullah hal adzim